Postingan

SURGAKU MUTIARA HIDUPKU

  SURGAKU MUTIARA HIDUPKU KARYA DEWI KARTIKA MELINA Masih kugenggam novel berwarna merah dengan judul “Air Mata Terakhir Bunda”. Air mata yang terus berjatuhan seakan tak ingin berhenti menangisi kepergiannya. Seandainya waktu berputar lebih lambat, aku ingin sekali memahami setiap barisan kata yang kau ucap. “Ibu, kasihmu takkan pernah mengalahkan bintang yang menyinari langit. Tak seperti purnama yang menghiasi bulan-bulan di antariksa, Kau melebihi segala apa yang ada”. Perempuan yang sering terlupakan. Wujudnya sebagai daun. Rahimnya melahirkan manusia berarti, meski dia terkadang sudah tak dimaknai lagi. Sosok kuat yang menerima garisnya tidak mencari, menggugat atau meminta pertanggungjawaban suami atas kehidupan semua anaknya. Seorang ibu hanya penjejak tetes air mata yang mengukir sejarah luka, duka dan apa saja yang begitu sering membuatnya menangis. Perempuan dapat menjadi selembut sutra, sesejuk daun dan sebening embun dengan cintanya. Laki-laki yang se...

AKU CINTA SAHABATKU

Gambar
"AKU CINTA SAHABATKU"  Karya Dewi Kartika Melina Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang ga tau kenapa bisa aku lamunin. Hal ini tuh udah bikin aku galau belakangan ini. Ya, apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Jatuh cinta udah ngebuat aku kaya orang bego. Tiap kali aku makan, wajah dia tuh selalu muncul, ngebayang-bayangin tiap langkah aku ke sekolah, dia tuh bagaikan bintang untukku, slalu nemenin tokoh 'aku' dalam mimpi aku. Sebenernya sih dia tuh temen chattingan facebook aku, dia tuh slalu ada kalau aku lagi sedih, ada masalah, juga kalau aku seneng, dia slalu ada buat jadi tempat berbagi kesenangan. "Braakkkk!" suara itu kedengaran amat menyeramkan, dan setelah kusadari, ternyata aku terjatuh dari ayunan yang sedang kunaiki. Ya ampun, aku ngelamunin dia lagi... Apa yang terjadi sama aku? Masa aku baru aja ngelakuin hal bego kaya gitu? Hal yang mungkin ngebuat orang lain ngakak di atas penderitaanku. ...